Wednesday, July 20, 2011

Pelangi




Fenomena alam ini hanya muncul sehabis hujan. Begitu indah sehingga menginspirasi banyak lagu, dongeng, dan legenda. Tapi dari kacamata sains, pelangi sangat sederhana. Itu cuma fisika optik semata.

Kunci terjadinya pelangi adalah pembiasan cahaya. Ketika dibiaskan, cahaya akan berubah arah. Biasanya pembelokan ini terjadi ketika cahaya pindah dari medium satu ke yang lain. Hal ini terjadi karena cahaya bergerak dengan kecepatan berbeda dalam medium berlainan.

Ketika memasuki prisma kaca, cahaya akan dibelokkan. Begitu pula jika keluar dari prisma.

Tuesday, July 19, 2011

Fakta-Fakta Menara Pisa




Menara Pisa? Miring atau condong.
Menara Pisa memiliki banyak fakta untuk diketahui.


1. Menara Pisa merupakan tujuan wisata utama dan terbesar di Italia
2. Tujuan utama didirikannya menara Pisa adalah sebagai menara lonceng Katedral atau campanile yang berlokasi di kota Pisa, Italia dengan nama asli Torre Pendente di Pisa.
3. Didirikan pada 9 Agustus 1173 tetapi menara ini mengalami kemiringan ketika memasuki tahap ke-3 pembangunannya.
4. Tahun 1178 setelah lantai ke-3 selesai dibuat pembangunan menara ini tidak dilanjutkan selama 90 tahun
5. Pembangunan berikutnya dilakukan pada tahun 1272 oleh seorang arsitek dari Camposanto bernama Giovani di Simone. Ia membangun 4 lantai berikutnya dengan mengikuti kemiringan menara. Sayang sekali pembangunan harus terhenti pada tahun 1301.
6. Pada tahun 1319 lantai ke-7 dari menara Pisa selesai dikerjakan.
7. Menara Pisa selesai dibangun pada tahun 1372 lengkap dengan 7 buah lonceng sesuai dengan tujuan utama ia didirikan.
8. Menara Pisa ditutup untuk umum pada tahun 1990 karena mengalami kerusakan dan dipercaya bangunannya menjadi makin miring.
9. Biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan yang ada kurang lebih sebesar 28 Juta Euro atau lebih dari 300 milyar rupiah.
10. Menara Pisa kembali dibuka untuk umum pada pertengahan Desember 2001
11. Jika diukur dari permukaan tanah, menara Pisa mempunyai 2 ukuran tinggi bangunan yaitu:
- Bagian selatan : 55,86meter
- Bagian utara :56,70 meter
Anda tentu tahu sebabnya bukan mengapa menara Pisa memiliki 2 tinggi bangunan yang berbeda? Ya, karena posisinya miring, maka tinggi bangunan dihitung pada kedua sisi bangunan

Punya fakta lain tentang menara Pisa? Anda bisa menambahkannya sendiri.

Monday, July 11, 2011

Motivasi Kerja



Motivasi terbentuk dari sikap (attitute) karyawan dalam menghadapi situasi kerja di perusahaan. Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan diri karyawan yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Sikap karyawan yang pro dan positif terhadap situasi kerja itulah yang memperkuat motivasi kerjanya untuk mencapai kinerja maksimal.
Sikap mental karyawan haruslah memiliki sikap mental yang siap sedia secara psikofisik (siap secara mental, fisik, situasi, dan tujuan). Artinya, karyawan dalam bekerja secara mental siap, fisik sehat, memahami situasi dan kondisi serta berusaha keras mencapai target kerja atau tujuan utama organisasi.

Prinsip-prinsip Motivasi

Terdapat beberapa prinsip dalam memotivasi kerja karyawan, antara lain :

1. Prinsip Partisipasi
Dalam upaya memotivasi kerja, pegawai perlu diberikan kesempatan ikut berpartisipasi dalam menentukan tujuan yang akan dicapai oleh pemimpin.

2. Prinsip Komunikasi
Pemimpin mengkomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas, dengan informasi yang jelas, pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya.

3. Prinsip Mengakui Andil Bawahan
Pemimpin mengakui bahwa bawahan (pegawai) mempunyai andil di dalam usaha pencapaian tujuan. Dengan pengakuan tersebut, pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya.

4. Prinsip Pendelegasian wewenang
Pemimpin yang memberikan otoritas atau wewenang kepada pegawai bawahan untuk sewaktu-waktu dapat mengambil keputusan terhadap pekerjaan yang dilakukannya, akan membuat pegawai yang bersangkutan menjadi termotivasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh pemimpin.

5. Prinsip Memberi Perhatian.
Pemimpin memberikan terhadap apa yang diinginkan pegawai bawahan, akan memotivasi pegawai bekerja apa yang diharapkan oleh pemimpin.

Sumber : Evaluasi Kinerja SDM (DR. A.A. Anwar Prabu-Mangkunegara, MSi)

Sunday, July 10, 2011

KEAJAIBAN HUJAN



Hujan merupakan salah satu perkara terpenting bagi kehidupan di muka bumi. Ia merupakan sebuah prasyarat bagi kelanjutan aktivitas di suatu tempat. Hujan–yang memiliki peranan penting bagi semua makhluk hidup, termasuk manusia–disebutkan pada beberapa ayat dalam Al-Qur’an mengenai informasi penting tentang hujan, kadar dan pengaruh-pengaruhnya.

Informasi ini, yang tidak mungkin diketahui manusia di zamannya, menunjukkan kepada kita bahwa Al-Qur’an merupaka kalam Allah. Sekarang, mari kita kaji informasi-informasi tentang hujan yang termaktub di dalam Al-Qur’an.

Kadar Hujan

Di dalam ayat kesebelas Surat Az-Zukhruf, hujan dinyatakan sebagai air yang diturunkan dalam “ukuran tertentu”. Sebagaimana ayat di bawah ini:

“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS. Az-Zukhruf, (43):11)

“Kadar” yang disebutkan dalam ayat ini merupakan salah satu karakteristik hujan. Secara umum, jumlah hujan yang turun ke bumi selalu sama. Diperkirakan sebanyak 16 ton air di bumi menguap setiap detiknya. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi setiap detiknya. Hal ini menunjukkan bahwa hujan secara terus-menerus bersirkulasi dalam sebuah siklus seimbang menurut “ukuran” tertentu.

Pengukuran lain yang berkaitan dengan hujan adalah mengenai kecepatan turunya hujan. Ketinggian minimum awan adalah sekitar 12.000 meter. Ketika turun dari ketinggian ini, sebuah benda yang yang memiliki berat dan ukuran sebesar tetesan hujan akan terus melaju dan jatuh menimpa tanah dengan kecepatan 558km/jam. Tentunya, objek apapun yang jatuh dengan kecepatan tersebut akan mengakibatkan kerusakan. Dan apabila hujan turun dengan cara demikian, maka seluruh lahan tanaman akan hancur, pemukiman, perumahan, kendaraan akan mengalami kerusakan, dan orang-orang pun tidak dapat pergi keluar tanpa mengenakan alat perlindungan ekstra. Terlebih lagi, perhitungan ini dibuat untuk ketinggian 12.000 meter, faktanya terdapat awan yang memiliki ketinggian hanya sekitar 10.000 meter. Sebuah tetesan hujan yang jatuh pada ketinggian ini tentu saja akan jatuh pada kecepatan yang mampu merusak apa saja.

Namun tidak demikian terjadinya, dari ketinggian berapapun hujan itu turun, kecepatan rata-ratanya hanya sekitar 8-10 km/jam ketika mencapai tanah. Hal ini disebabkan karena bentuk tetesan hujan yang sangat istimewa. Keistimewaan bentuk tetesan hujan ini meningkatkan efek gesekan atmosfer dan mempertahankan kelajuan tetesan-tetesan hujan krtika mencapai “batas” kecepatan tertentu. (Saat ini, parasut dirancang dengan menggunakan teknik ini).

Tak sebatas itu saja “pengukuran” tentang hujan. Contoh lain misalnya, pada lapisan atmosferis tempat terjadinya hujan, temperatur bisa saja turun hingga 400oC di bawah nol. Meskipun demikian, tetesan-tetesan hujan tidak berubah menjadi partikel es. (Hal ini tentunya merupakan ancaman mematikan bagi semua makhluk hidup di muka bumi.) Alasan tidak membekunya tetesan-tetesan hujan tersebut adalah karena air yang terkandung dalam atmosfer merupakan air murni. Sebagaimana kita ketahui, bahwa air murni hampir tidak membeku pada temperatur yang sangat rendah sekalipun.

Pembentukan Hujan

Bagaimana hujan terbentuk tetap menjadi misteri bagi manusia dalam kurun waktu yang lama. Hanya setelah ditemukannya radar cuaca, barulah dapat dipahami tahapan-tahapan pembentukan hujan. Pembentukan hujan terjadi dalam tiga tahap. Pertama, “bahan mentah” hujan naik ke udara. Kemudian terkumpul menjadi awan. Akhirnya, tetesan-tetesan hujan pun muncul.

Tahapan-tahapan ini secara terperinci telah tertulis dalam Al-Qur’an berabad-abad tahun lalu sebelum informasi mengenai pembentukan hujan disampaikan:

“Allah, dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang di kehendakinya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal: lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambanya yang di kehendakinya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS. Ar-Rum, (40):48)

Sekarang, mari kita lihat pada tiga tahapan yang disebutkan dalam Al-Qur’an:

Tahap Pertama: “ Allah, dialah yang mengirimkan angin…..”

Gelembung-gelembung udara yang tidak terhitung jumlahnya dibentuk oleh buih-buih di lautan yang secara terus-menerus pecah dan mengakibatkan partikel-partikel air tersembur ke udara menuju ke langit. Partikel-partikel ini –yang kaya akan garam– kemudian terbawa angin dan bergeser ke atas menuju atmosfer. Partikel-partikel ini (disebut aerosol) membentuk awan dengan mengumpulkan uap air (yang naik dari lautan sebagai tetesan-tetesan oleh sebuah proses yang dikenal dengan “JebakanAir”) di sekelilingnya.

Tahap Kedua : “…..lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang di kehendakinya, dan menjadi bergumpal-gumpal…..”

Awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekitar kristal-kristal garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena tetesan-tetesan air di sini sangat kecil (dengan diameter antara 0,01-0,02 mm), awan mengapung di udara dan menyebar di angkasa. Sehingga langit tertutup oleh awan.

Tahap Ketiga : “….lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun.”
Partikel-partikel air yang mengelilingi kristal-kristal garam dan partikel-partikel debu mengental dan membentuk tetesan-tetesan hujan. Sehingga, tetesan-tetesan tersebut, yang menjadi lebih berat dari udara, meninggalkan awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Setiap tahap dalam pembentukan hujan disampaikan dalam Al-Qur’an. Terlebih lagi, tahapan-tahapan tersebut dijelaskan dalam runtutan yang benar. Seperti halnya fenomena alam lain di dunia, lagi-lagi Al-Qur’an lah yang memberikan informasi yang paling tepat tentang fenomena ini, selain itu, Al-Qur’an telah memberitahukan fakta-fakta ini kepada manusia berabad-abad sebelum sains sanggup mengungkapnya.

Sumber : harunyahya.com

Tuesday, May 24, 2011

Pantai Anyer - Banten













Bagi yang suka wisata pantai, pantai Anyer pasti sudah pernah dikunjungi. Pantai anyer memang sudah terkenal dan tidak asing lagi dan selalu membuat wisatawan menginjakkan kakinya ke sana di saat libur. Bagi saya pun wisata di pantai Anyer sangat menyenangkan. Namun sayang, bagi saya jaraknya cukup jauh. Bulan lalu saya bersama keluarga merasakan perjalanan yang cukup melelahkan. Tiba di Anyer sudah sore. Untungnya suasana indah pantai dapat terlupakan sejenak dengan pemandangan indah panorama pantai, gunung krakatau dari kejauhan, dan pemandangan sunset.
Bagi yang ingin berwisata Pantai Anyer memiliki banyak pesona menarik. Pasir putih memukau banyak wisatawan. Ditambah pemandangan beserta suara ombak air laut yang berkejaran membuat para pengunjung ingin segera berenang. Pantai Anyer pun menghadap ke Barat, jadi kita dapat melihat matahari terbenam. Belum lagi pemandangan unik Gunung Rakata (anak Gunung Krakatau yang meledak pada tahun 1833). Mecusuar pun tidak luput dari penglihatan wisatawan. Tak jarang wisatawan yang ingin mengabadikan panorama indah ini dengan berfoto serta kamera video.
Berbagai fasilitas rekreasi dan olahraga air cukup lengkap di Anyer ini. Mulai dari taman bermain anak-anak, tempat berenang, arena berjemur sampai tenda-tenda untuk belanja souvenir juga tersedia. Bagi yang suka berselancar dan bermain jetski juga tersedia di pantai Anyer. Bagi yang ingin menginap, Anyer juga menyediakan banyak tempat penginapan mulai dari wisma, hotel, resort, villa, dan cottage. Selain itu, warung tenda pedagang kaki lima di sepanjang pantai, serta rumah makan dan restoran, menawarkan berbagai menu pilihan kepada para pengunjung untuk menyantap makanan di saat lapar sesuai dengan keinginannya.
Sebagai wisata pantai, berbagai fasilitas bagi para pengunjung mudah ditemukan di Anyer. Oleh karenanya Anyer sangat cocok sebagai tempat liburan dengan keluarga.
Kami pun hanya kurang lebih satu jam di sana. Karena kami memang tak sengaja ke pantai Anyer, hanya kebetulan mampir sepulang menghadiri acara pernikahan. Jam enam sore kami meluncur pulang dan terasa perjalanan amat panjang. Belum lagi ada hambatan rusaknya jalan tol, namun saya lupa di kilo meter keberapa. Belum lagi ditambah macet. Namun di luar itu, Anyer memiliki suasana yang menyenangkan.

Wednesday, April 20, 2011

Keliling Indonesia di TMII


































Wisata Bersama Keluarga ke Taman Mini Indonesia Indah.

Menjelajahi Museum Bank Indonesia



Museum Bank Indonesia terletak di kawasan kota tua Jakarta, di jalan Pintu Besar Utara No. 3, Jakarta Barat. Museum ini menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia.








Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia. Selain itu terdapat pula fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum terbentuknya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara, antara lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan juga secara menarik.



Fasilitas yang tersedia sangat lengkap untuk para pengunjung yang ingin berwisata sambil belajar tentang sejarah perkembangan Bank di Indonesia. Dari mulai Ruang Peralihan yang merupakan ruangan pertama dari seluruh rangkaian kunjungan di Museum Bank Indonesia yang menampilkan serangkaian mata uang yang melayang melalui proyektor khusus dan akan memberikan informasi ketika menangkap salah satu mata uang tersebut. Kemudian ada juga ada Ruang Teater. Ruang teater yang nyaman ini memiliki kapasitas 60 tempat duduk dan akan memutarkan film sejarah Bank Indonesia.
Setelah melalui Ruang Teater, kita akan menuju ke Ruang Pameran Sejarah Bank Indonesia. Ruang ini merupakan ruang pameran tetap yang menceritakan perjalanan sejarah Bank Indonesia yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusanatara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 sampai dengan tahun 2005. Museum Bank Indonesia memang syarat dengan teknologi yang tinggi. Terbukti dengan ruang pameran dilengkapi dengan display elektronik, panel statik, plasma TV, serta diorama sehingga membuat kita nyaman. Kemudian kita akan melihat ruang brankas yang terbuat dari pintu baja seberat 12,5 ton. Di dalamnya adalah ruang Numismatik yang memberikan informasi sejarah alat tukar menukar yang ada di Indonesia. Semua ditata rapi, lengkap dengan kaca pembesar agar pengunjung dapat melihat lebih seksama. Sebelum memasuki ruang ini, teman-teman dapat membaca informasi tentang numismatik dan sejarah uang Indonesia terlebih dahulu melalui tampilan informasi dalam multimedia booth.



Lalu juga ada Ruang Emas Moneter yang menampilkan tumpukan emas yang dipamerkan untuk member gambaran tentang peran emas dalam sejarah perkembangan sistem moneter dari waktu ke waktu. Selain fasilitas-fasilitas tersebut, Museum Bank Indonesia memiliki bangunan arsitektur bersejarah yang syarat dengan informasi, kios buku dan cenderamata, ruang auditorium, pusat informasi BI (BI Information Centre), ruang serba guna, dan juga perpustakaan.

Museum Bank Indonesia memiliki waktu kunjungan yaitu mulai hari Selasa sampai Jumat dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 15.30 WIB serta hari Sabtu dan Minggu dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.00 WIB. Kecuali hari Senin dan hari libur nasional tutup. Dan untuk mengunjungi Museum Bank Indonesia ini tidak dipungut biaya atau gratis. Jadi, tunggu apa lagi, ayo jelajahi Museum Bank Indonesia!